Tentang

Profil

Yandri (lahir di Canduang 4 Januari 1971) adalah seorang akademisi dan birokrat seni Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam bidang kriya di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, dan memperoleh gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Lingkungan dari Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang

Ia menjalani masa kecilnya di kampung halaman, dan bersekolah di SD Negeri 01 Candung serta SMP Negeri Simpang Candung, sebelum akhirnya mengenal seni rupa lebih dalam di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) di Padang pada tahun 1991.

Sebagai seorang birokrat seni, Yandri menempuh kariernya mulai dari bawah, sebagai Sekretaris Program Studi Seni Murni, Ketua Program Studi Seni Murni, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain, hingga akhirnya menjadi Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Padangpanjang. Semasa menjadi Wakil Dekan dan kemudian Dekan FSRD ISI Padangpanjang, Yandri adalah pelopor dari pendirian beberapa Program Studi Seni yang baru dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) seni.

Sebagai akademisi seni, ia banyak mengkaji tentang ecoprint, seni patung, seni lukis, dan kerajinan. Yandri antara lain meneliti tentang kepeloporan Arby Samah Sebagai salah seorang pematung abstrak Indonesia. Yandri juga menyoroti keberadaan lukisan nude di tengah-tengah masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Yandri juga menaruh perhatian pada potensi seni kriya lokal, antara lain kepada seni tenun songket pandai sikek.

Dewasa ini, bersama tim penelitiannya, ia banyak bergelut dalam mengkaji, mengembangkan dan juga memberi pelatihan ecoprint untuk pemajuan seni kriya dan industri kreatif Sumatera Barat. Berdasarkan disertasi yang ditulisnya, Yandri menulis buku bertajuk Ortologi Ecoprint Minangkabau (2026), yang menyajikan temuan puluhan warna alami yang dihasilkan dari berbagai tumbuhan lokal di Sumatera Barat. Dengan tawaran warna-warna tersebut, Yandri mengajak para pelaku indutri kreatif untuk menggali kekayaan motif Minangkabau dengan pendekatan ecoprint, untuk memajukan ekonomi secara ramah lingkungan, berkelanjutan, dan sejkaligus bermakna.

Arah Penulisan Karya Ilmiah

Perjalanan Penulisan Karya Ilmiah Yandri tidak berjalan dalam linear dalam satu tematik saja, namun berkembang dalam arah kolaborasi penelitian yang lebih luas. Hal ini memperlihatkan keluasan bidang kajian, penguatan kolaborasi, dan peningkatan produktivitasnya. Meskipun demikian, terdapat benah merah yang cukup jelas, yaitu perhatian yang konsisten terhadap seni, budaya, kriya, desain, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada fase awal, publikasi Yandri lebih banyak berupa karya tunggal yang berorientasi pada kajian seni rupa dan budaya Minangkabau, seperti “Tenun Songket Pandai Sikek dalam Pemakaian Pengantin Adat Minangkabau” (2006), “Arbi Samah Pelopor Patung Abstrak Indonesia” (2013), serta “Tenun Songket Pandai Sikek dalam Budaya Masyarakat Minangkabau” (2018). Karya Karya Tersebut memperlihatkan identitas awalnya sebagai peneliti yang berfokus pada dokumentasi, analisis, dan pelestarian lokal.

Pada tahap berikutnya, sekitar tahun 2019–2022, terlihat adanya diversifikasi tema penelitian sekaligus mulai menguatnya kolaborasi lintas bidang. Selain tetap menulis mengenai seni kriya dan seni rupa, Yandri mulai terlibat dalam penelitian yang menghubungkan seni dengan fotografi, bahasa, kerajinan tradisional, teknologi visual, hingga industry kreatif. Muncul pula publikasi yang berkaitan dengan arsitektur, ikonografi, monumen, dan kreativitas. Perubahan ini menunjukkan pergeseran dari penelitian yang bersifat dokumentatif menuju kajian yang lebih interdisipliner, di mana seni diposisikan sebagai bagian dari dinamika sosial, pendidikan, komunikasi visual, dan pengembangan budaya. Pada fase ini pula pola kolaborasi dengan berbagai peneliti mulai tampak semakin intensif.

Memasuki periode 2023–2025, produktivitas publikasi meningkat secara signifikan dan didominasi oleh penelitian kolaboratif. Tema-tema yang diangkat semakin luas, mencakup desain produk, batik, ecoprint, anyaman, bambu, media digital, teknologi panorama virtual, desain lingkungan, hingga pelatihan keterampilan berbasis masyarakat. Sebagian besar karya pada periode ini berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, inovasi produk kreatif, serta pengembangan ekonomi berbasis budaya lokal. Meskipun topiknya semakin beragam, orientasi terhadap pemanfaatan seni dan desain sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat tetap menjadi benang merah yang menghubungkan keseluruhan publikasi.

Di tengah dominasi publikasi kolaboratif tersebut, Yandri tetap mempertahankan identitas akademiknya melalui beberapa karya yang ditulis secara mandiri, seperti Method of Batik Painting Creation. Kehadiran karya tunggal tersebut di tengah banyaknya publikasi kolaboratif menunjukkan bahwa ia tidak hanya berperan sebagai anggota tim penelitian, tetapi juga tetap dapat mengembangkan gagasan konseptual dan kepakaran yang menjadi ciri khasnya.

Rekam Jejak lengkap

Ingin menelusuri lebih dalam perjalanan akademik, riset, dan karya
Dr. Yandri selama lebih dari dua dekade? Unduh curriculum vitae
lengkap beliau — mencakup riwayat jabatan, publikasi ilmiah, karya
seni, hingga buku yang telah diterbitkan.